Berita Terbaru dan Terhangat

Selamat datang di Desti News, berisikan materi tentang berita aktual dan terkini

Senin, 21 Oktober 2019

Remaja yang Dekat dengan Keluarga Risiko Kena Depresi Saat Tua Menurun


Desti News Jakarta Dekat dengan keluarga ternyata memiliki banyak manfaat, salah satunya mengurangi risiko depresi saat tua.
Seperti dilansir Independent, temuan ini didapat berdasar penelitian terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Jama Pediatrics. Temuan ini didapat berdasar penelitian terhadap lebih dari 18 ribu orang.

Cara ini diketahui bisa bermanfaat baik pada pria dan wanita secara setara ketika mereka memasuki usia paruh baya. Peneliti memeriksa data dari orang usia 12 hingga 42 tahun.
Kesehatan mental partisipan ditelusuri pada 20 bagian skala psikologis. Mereka kemudian diminta untuk menilai seberapa sering mengalami gejala yang berhubungan dengan depresi seperti menurunnya kepercayaan diri dan perasaan tidak berdaya.

Kehadiran Keluarga


Kualitas hubungan keluarga partisipan dianalisis melalui pertanyaan yang didesain untuk mengukur kohesi dan konflik antara anak dan orang tua. Hal ini termasuk menjawab mengenai seberapa perhatian yang diberikan terhadap anak, seberapa sering mereka bersenang-senang dengan orang tua, serta apakah mereka merasa ada kesepahaman di dalam keluarga.
Hasil jawaban responden ini kemudian dianalisis untuk mengetahui kondisi kesehatan mental serta perubahan hubungan keluarga mereka.
Dari sejumlah analisis tersebut diketahui bahwa pada partisipan yang memiliki konflik keluarga yang rendah dan hubungan yang positif mengalami lebih sedikit gejala depresi.
"Hasil temuan kami memberikan pemahaman baru mengenai hubungan jangka panjang antara hubungan keluarga pada masa lalu dengan munculnya depresi pada kehidupan," terang peneliti Dr. Ping Chen dari North Carolina University.
"Sumber dukungan sosial dan emosi pada kehidupan keluarga sejak dini mendorong timbulnya kemampuan mengatasi perubahan dan bertumpuknya stres, memberikan kesehatan mental sejak usia dewasa awal hingga paruh baya dan membantu mencegah hasil negatif dan kematian prematur akibat bunuh diri, alkohol, atau obat-obatan pada usia paruh baya," tandasnya.


Penulis:  Rizky Wahyu Permana/Merdeka.com

Share:

6 Makanan Lezat Indonesia Kaya Sayuran, Apa Favoritmu?


Desti News, Jakarta - Siapa bilang makan sayur tak enak? Buktinya, kuliner-kuliner Nusantara memiliki sederet sajian lezat berbahan utama sayuran. Rasanya tak kalah dari makanan lain yang berdaging.
Selama ini, orang kerap mengasosiasikan makanan sayuran dengan salad. Padahal, Indonesia memiliki sajian lain yang lebih variatif daripada sekadar salad. Jenis makanan tersebut disesuaikan dengan jenis sayuran yang ada di sekitarnya.

Apa saja jenis makanan berbahan utama sayuran dari Nusantara? Berikut enam jenis makanan yang dirangkum Desti News dari berbagai sumber. 

1. Gado-Gado


Gado-gado dalam bahasa Betawi artinya adalah campuran. Hal itu terlihat dari isiannya yang terdiri dari berbagai sayuran hijau, kentang, tahu, dan tempe. Beberapa orang biasanya meminta secara khusus untuk ditambahkan karbohidrat seperti nasi atau lontong.
Seluruh sayuran dikukus, kemudian sajikan dengan mencampurkan semua sayuran dan siram dengan saus kacang. Gado-gado memiliki rasa utama yaitu gurih, tapi untuk Anda yang suka pedas, Anda bisa meminta ditambahkan cabai sesuai keinginan.
Gado-gado tak lengkap tanpa kerupuk. Kerupuk yang menjadi pendamping bisa sesuai selera, tapi biasanya kerupuk emping, atau kerupuk ikan yang menjadi pendamping gado-gado.
Makanan serupa gado-gado juga ada di tanah Sunda. Namanya lotek. Berbeda dari kuliner Betawi, kentang ikut diulek bersama bumbu dan bisa disajikan menggunakan sayuran matang atau mentah.

2. Urap


Hampir sama seperti gado-gado, urap juga makanan campuran berbagai sayuran kukus. Isi sayuran urap yaitu kacang panjang, taoge, dan bayam, beberapa juga menambahkan bunga kecombrang sebagai harum sayur.
Uniknya, nama urap diambil dari nama bumbunya, yaitu parutan kelapa yang dimasak dengan bumbu khusus. Jadi, rasa gurih dan lezat makanan ini berasal dari bumbu kelapa yang dimasak.
Makanan khas Jawa ini biasanya menjadi makanan wajib dalam acara-acara syukuran. Makanan pendampingnya bermacam-macam, bisa dengan kerupuk gendar, telur rebus, atau tempe tahu bacem.
Menurut cara tradisional, alas penyajian urap yaitu dengan daun pisang. Tapi karena daun pisang sudah susah dicari dan mahal, beberapa penjual menggunakan kertas minyak atau piring jika disajikan di rumah makan.

3. Asinan


Makanan berbahan sayur berikutnya adalah asinan. Makanan bercitarasa asam asin ini biasanya terdiri dari buah-buahan seperti kedondong, bengkoang, mangga muda dan rambutan. Tapi ada juga asinan sayur dengan bumbu dan kuah yang sama dengan isian parutan kubis, mentimun, touge, wortel dan sayur lainnya. Kudapan ini berasal dari Bogor.
Seluruh sayur atau buah tersebut disajikan dengan direndam di kuah asinan yang terbuat dari rendaman air cuka atau garam yang didiamkan seharian penuh. Cabai pun biasanya dijadikan tambahan bumbu agar asinan menjadi lebih segar. Cocok dimakan saat santai di siang hari dan tambahan es membuat lebih segar.

4. Sayur Asem


Sayur asem adalah jenis olahan sayur yang menyegarkan, disantap saat siang hari lebih nikmat. Sayur asem ini adalah makanan Indonesia yang dibuat di berbagai daerah dengan resep khas daerah tersebut. Sayur asem terdiri dari bahan sayuran melinjo, kacang panjang, labu siam, kacang tanah, jagung, dan sayuran lainnya.
Dikatakan sebagai sayur asem karena memang kuah yang disajikan memiliki rasa asam yang berasal dari bumbu utama yaitu asam Jawa dan belimbing. Makanan pendamping dari sayur asem ini biasanya lauk pauk tempe goreng, tahu goreng atau ikan goreng. Sayur asem kurang nikmat bila dimakan tanpa sambal terasi.

5. Gudeg


Makanan khas Yogyakarta yang paling pertama terlintas adalah gudeg. Berbeda dengan makanan sayuran lainnya yang cenderung menampilkan warna hijau dan rasa gurih, gudeng tampil dengan warna coklat gelap dan rasa yang manis. Masakan ini berbahan dasar nangka muda. Prosesnya, nangka direbus dengan gula kelapa dan santan selama beberapa jam hingga teksturnya lembut.
Untuk makan gudeg, masyarakat Yogyakarta biasanya menyajikannya bersamanasi putih, tahu atau tempe, dan sambal krecek (kerupuk kulit sapi yang dimasak dengan bumbu pedas). Jika dimakan secara bersama, Anda bisa mendapati rasa manis, pedas, asin dan gurih dalam sekali kunyahan. Saat ini, gudeg bisa ditemukan di berbagai daerah. Bahkan banyak restoran Jawa modern yang menyediakan menu gudeg.

6. Lawar


Lawar adalah makanan khas Bali. Prosesnya yaitu, seluruh bahan seperti kacang panjang, pisang, nangka muda, kelapa parut dan daging pilihan dipotong kecil kemudian dicampur bumbu dengan tangan kosong. Kalau dilihat sekilas, penampilannya hampir mirip urap, karena disajikan dengan parutan kelapa berbumbu dan sayur-sayuran.
Uniknya, lawar ini bisa dibedakan sesuai dengan penampilan atau isinya. Biasanya dibedakan sesuai jenis daging yang dipakai. Tapi yang paling khas adalah yang dibedakan dalam warnanya yaitu lawar merah dan putih. Lawar merah karena berwarna merah yang berasal dari campuran darah hewan yang direbus. Ada juga lawar putih untuk lawar yang tidak dicampuri dengan darah. (Ossid Duha Jussas Salma)

Share:

Pengikut

Definition List

Unordered List

Support

Comments